Pohon Kaliage di hutan atau yang lebih terkenal dengan pohon sisir merupakan tanaman khas daerah Sunda. Pohon ini tumbuh menjalar dengan duri yang digunakan untuk memanjat ke pohon lain. Pada awalnya dimanfaatkan hanya untuk kayu bakar rumah tangga. Namun sekarang, lebih tepatnya mulai tahun 1985, Kaliage kerap dijadikan bonsai.

Ide tersebut muncul dari seorang pebonsai Jawa Timur yang mencoba menemukan pohon baru yang bisa dikreasikan menjadi bonsai. Kaliage atau Sisir memiliki nama latin Maclura Cichinchinesia yang masih satu keluarga dengan Moraceae.

Negara asalnya adalah Cina dan kemudian masuk ke beberapa negara lain seperti Malaysia, Indonesia dan Australia. Sayangnya para pecinta bonsai tidak memahami dengan baik apa saja ciri pohon kaliage yang ada di hutan dan bagaimana merawat atau mengkreasikannya menjadi bonsai yang memiliki nilai jual tinggi. Berikut lengkapnya!

Ciri Pohon Kaliage di Hutan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pohon kaliage tumbuh liar dan  menjadi salah satu bonsai yang diburu oleh para pecintanya hingga saat ini. Kaliage sering dijumpai baik di hutan, sawah atau perbukitan. Ciri-ciri yang membedakannya dengan yang lain adalah:

1. Bentuk Daun

Bentuk daun

Pohon Kaliage di hutan memiliki daun yang serupa dengan elliptic lanceolate. Bentuknya adalah bujur hingga bulat tidak sempurna seperti telur. Untuk ukuran panjangnya adalah 8 cm dengan lebar 3 cm. Namun ukuran tersebut tidak bisa dijadikan patokan resmi karena bentuk daun juga dipengaruhi dari habitat yang dihuni. Sampai sini bisa dipahami kan?

2. Bentuk Bunga

Pohon Kaliage dikenal dengan nama lain sisir bonsai. Hampir sama dengan yang lain, ia juga memiliki bunga. Bentuknya yang mungil hanya berukuran 6-10 cm untuk jenis jantan dan 1 cm untuk jenis betina. Warnanya yang kuning cerah juga membuatnya terlihat lebih indah.

3. Bentuk Buah

Bentuk Buah

Ciri-ciri sisir liar yang khas bisa dilihat dari segi bentuk buah. Pada umumnya memiliki ukuran 2-5 cm. Ukuran tersebut terbilang cukup besar dengan warna jingga kemerahan ketika masih muda. Namun apabila sudah matang atau tua, maka buahnya berubah menjadi warna coklat. Biasanya pohon sisir liar akan panen buah sekitar Bulan April hingga Mei.

4. Bentuk Fisik

Bentuk Fisik

Ciri fisik dari Pohon Kaliage di hutan atau di alam liar adalah bentuk seperti semak yang padat. Lama-kelamaan akan menjadi besar hingga tingginya mencapai 5 meter.  Dilengkapi dengan duri-duri yang melengkung, namun ada juga yang lurus dengan panjang kurang lebih 2-3 cm. Durinya akan berkurang ketika Kaliage sudah mulai tua.

Jadi itu dia beberapa informasi mengenai ciri-ciri lengkap Kaliage yang ada di hutan atau alam liar. Ada beberapa manfaat lain yaitu bisa dijadikan obat tradisional dan menyembuhkan beberapa penyakit seperti demam, diare hingga tifoid.

Lalu ketika ingin menjadikannya bonsai, apa saja yang harus dilakukan? Mulai dari penempatan hingga perawatannya?

Cara Merawat Bonsai Kaliage

Pohon Kaliage di hutan diburu oleh para pecinta bonsai. Tujuannya agar memiliki nilai jual yang tinggi atdan bisa dikreasikan sesuka hati. Namun semua itu bisa terlaksana apabila benar dalam perawatannya. Setidaknya, ikuti petunjuk di bawah ini:

1. Penempatan

Penempatan

Tahukah Anda bahwa Pohon Kaliage lebih suka di bawah sinar matahari langsung. Jadi, lebih tepat rasanya jika dibiarkan di area terbuka. Hal ini dikarenakan Kaliage terbiasa tumbuh besar dengan sinar matahari penuh. Apabila tidak memungkinkan, bisa diletakkan di dekat jendela saja, asalkan masih terpapar matahari.

2. Penyiraman

Penyiraman

Kaliage atau sisir yang sudah dijadikan bonsai membutuhkan banyak air. Jadi jangan biarkan tanaman terlalu mengering ya! Usahakan untuk membuat drainase yang baik. Jika sudah demikian, maka Kaliage juga akan tumbuh dengan baik.

Baca Juga: Cara Merawat Tanaman Bonsai Sebagai Tanaman Hias

3. Pemupukan

Pemupukan

Pada beberapa kesempatan, bonsai juga membutuhkan pupuk organik padat setiap satu bulan sekali. Bisa juga diberikan pupuk cair setiap minggu baik ketika musim hujan maupun kemarau. Kaliage atau sisir masuk ke dalam salah satu tanaman yang rakus akan pupuk. Bisa menggunakan Dekastar setiap 2-3 bulan sekali.

4. Pemangkasan

Pemangkasan

Pemangkasan harus dilakukan beberapa kali. Pertama untuk memilih cabang mana yang akan dikembangkan. Biarkan tumbuh memanjang agar besarnya lebih cepat. Setelah itu baru lakukan pemotongan secara berkala hingga memperoleh hasil yang terbaik.

Kedua, harus hati-hati dengan duri yang tajam. Pemangkasan seluruh daun juga bisa dilakukan sesering mungkin agar menjaga kerapatan pertumbuhan daun.

5. Penggantian Media Tanam

Penggantian Media Tanam

Bonsai Pohon Kaliage di hutan juga harus diganti media tanamnya. Lakukan setidaknya satu kali setiap tahun. Agar lebih matang bisa dilakukan 3-5 tahun.

6. Perawatan Hama dan Penyakit

Perawatan Hama dan Penyakit

Kabar baiknya, Kaliage adalah tanaman yang hampir tidak memiliki musuh alami. Apabila berada di kondisi yang kurang sinar matahari atau teduh, maka barulah muncul kutu laba putih yang menyerang.

Kesimpulan

Pohon kaliage di hutan memiliki ciri-ciri yang khusus. Paling menonjol adalah adanya duri dan batang yang menjalar ke pohon lainnya. Banyak pecinta bonsai yang menjadikannya sebagai tanaman hias. Namun harus mengikuti beberapa tips perawatan agar tidak mati dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Baca Juga: Cara Budidaya Tanaman Aglaonema yang Mudah

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.