Hama tanaman kedelai merupakan salah satu faktor penyebab gagal nya panen pada tanaman kedelai. Selain itu jenis hama yang menyerang tanaman ini cukup juga beragam. Setiap hama kedelai juga menunjukkan gejala serangan serta cara pengendalian yang berbeda-beda.

Kamu tidak ingin kan tanaman kedelai kamu gagal panen? Nah, jika begitu kamu harus tahu jenis hama apa saja yang umumnya menyerang tanaman ini. Dengan demikian nantinya kamu bisa menentukan langkah yang tepat untuk mengendalikan hama tersebut. Yuk, simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jenis hama pada tanaman kedelai secara lengkap.

15 Jenis Hama Tanaman Kedelai yang Harus Di Basmi Para Petani

Sebagaimana tanaman budidaya lain nya, kedelai juga tidak luput dari serangan hama. Faktanya, ada lebih dari 100 jenis hama berupa serangga yang dapat menyerang dan merusak tanaman kedelai ini. Jenis hama apa sajakah itu? Berikut penjelasan lengkap mengenai 15 hama tanaman kedelai untuk kamu semua!

1. Lalat Bibit (Ophiomyaphaseoli Tryon)

Hama lalat benih biasanya menyerang benih kedelai yang baru di tanam dan belum berkecambah. Benih yang terinfeksi hama tanaman kedelai ini mempunyai lubang-lubang kecil bekas gigitan. Serangan dapat menyebabkan kegagalan benih serta pembusukan pada bibit.

Hama ini juga menyerang kedelai muda, gejalanya muncul ketika daun berlubang tidak beraturan. Nah, untuk pengendaliannya bisa dilakukan dengan sanitasi lahan dan rotasi tanaman.

2. Lalat Buah

Hama lalat buah menyerang tanaman kedelai lalu menyebabkan pembusukan. Telur lalat buah akan di simpan di dalam polong lalu akan menetas menjadi larva di sana. Larva tersebut kemudian menyerang buah hingga buah membusuk dan terjatuh. Pengendalian dapat di lakukan dengan memasang perangkap lalat buah atau menyemprotkan insektisida yang tepat.

Gunakan insektisida berbahan aktif profenofos atau dimethoate yang di campur insektisida berbahan aktif methomyl. Penyemprotan bisa di mulai saat buah sudah terbentuk dengan selang waktu 3 hari sekali.

3. Ulat Grayak (Spodotera litura F)

Hama ulat grayak menyerang juga merusak seluruh bagian tanaman kedelai, mulai dari daun, batang, serta buah nya. Jika serangan ulat grayak parah, maka kedelai akan mati dan mengering. Pengendalian dapat di lakukan dengan sanitasi yang baik, rotasi tanaman serta penyemprotan insektisida.

Baca Juga : Hama Tanaman Terong Dan Rekomendasi Pestisida Terbaiknya

4. Oteng-Oteng / Penggerek Daun

Hama oteng-oteng menyerang juga merusak daun kedelai, baik daun muda dan tua. Namun serangan hama ini lebih sering terjadi pada daun tanaman muda. Serangan ini menyebabkan daun kedelai berlubang, kemudian mengering dan mati.

Pengendalian bisa dilakukan melalui sanitasi dan rotasi tanaman yang tidak merata. Selain itu penyemprotan insektisida dapat di lakukan menggunakan insektisida regent, metindo, larvin, curacron atau prevathon dengan interval 3 hari sekali.

5. Penggulung Daun (Lamrosema Indiva F)

Hama penggulung daun menyerang serta merusak daun tanaman kedelai. Gejala serangan muncul ketika daun kedelai menggulung. Hama ini terdapat pada daun yang menggulung, kemudian akan memakan daun beserta urat daunnya sehingga menyebabkan daun membusuk.

Pengendalian dapat di lakukan dengan rotasi tanaman, sanitasi juga penyemprotan insektisida. Penyemprotan bisa menggunakan insektisida regent, metindo, larvin, curacron atau prevathon dengan interval 3 hari sekali. Gunakan sesuai dosis anjuran yang tertera pada kemasan insektisida, ya.

6. Chrysodeixis Kalsit Esp

Ulat jengkal atau Chrysodeixis Kalsit Esp merupakan predator semua jenis tumbuhan (polifag) termasuk tanaman kedelai. Larva akan menyerang seluruh bagian kedelai, terutama daun muda. Serangan ini akan menyebabkan daun rusak dengan lubang tidak beraturan.

Pengendaliannya dapat di lakukan dengan sanitasi yang baik dan penyemprotan insektisida regent, matador, decis, metindo, larvin, curacron atau prevathon dengan interval 3 hari sekali.

7. Penggerek Buah/Penggerek Polong (Etiella Zinckenella Treit)

Hama ini menyerang buah lalu hidup di dalamnya. Serangan tersebut menyebabkan buah membusuk dan rusak. Sedangkan serangan hama ini pada bunga akan menyebabkan tanaman kedelai tidak mampu membentuk polong. Pengendalian dapat di lakukan dengan cara rotasi, sanitasi dan penyemprotan menggunakan insektisida regent, metindo, larvin, curacron atau prevathon dengan interval 3 hari sekali.

8. Ulat Buah (Heliothis Armigera Hbn)

Hama ulat polong mempunyai jenis serangan yang sama dengan ulat polong, yaitu hidup di dalam polong lalu memakannya. Hal ini menyebabkan polong berlubang serta rusak. Untuk pengendalian bisa di lakukan dengan penanaman serentak, sanitasi, pergiliran tanaman dan penggunaan insektisida.

Penyemprotan juga dapat di lakukan menggunakan insektisida regent, metindo, larvin, curacron atau prevathon dengan interval 3 hari sekali. Gunakan sesuai dosis anjuran yang tertera pada kemasan insektisida.

Baca Juga : Rekomendasi 10 Alat Pertanian dan Fungsinya Untuk Panen Berlimpah

9.    Kutu Daun (Aphids)

Hama kutu daun menyerang tanaman kedelai dengan cara menghisap cairan daun sehingga menyebabkan daun mengeriting. Serangan kutu daun mengakibatkan tanaman kerdil dan produktivitas menurun. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan sanitasi yang baik, pergiliran tanaman serta penyemprotan dengan insektisida yang mengandung bahan aktif abamektin.

10. Kutu Kebul (Bemisia Tabacci)

Serangan hama kutu kebul menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan kerdil. Hama kutu kebul akan berkumpul di bawah daun lalu menyebabkan daun berkerut dan menguning. Untuk pengendalian hama tanaman kedelai ini dapat di lakukan dengan sanitasi yang baik, pergiliran tanaman dan penyemprotan dengan insektisida yang mengandung bahan aktif abamektin.

11. Kepik Hijau (Nezara Viridula)

Hama kepik hijau biasanya berkumpul di punggung daun. Biasanya hama tanaman kedelai ini menyerang dan merusak buah tanaman kedelai serta menyebabkan buah menjadi pipih dan kering.Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mengandung bahan aktif metomil.

12. Melano Agromyza Phaseoli

Hama jenis ini paling berbahaya ketika memasuki siklus larva dengan menyerang batang dengan memakan isi batang tanaman kedelai. Ukuran induk nya sangat kecil, sekitar 1,5 mm, dimana induk dari hama ini akan bertelur di leher akar dan menjadi larva.

Pengendalian hama jenis ini adalah dengan mengatur waktu tanam dengan baik, dan tidak melakukannya pada musim kemarau, selain itu bisa juga dengan menyemprotkan insektisida merk Suprecid 25 EC dengan dosis 1-2 cc/liter.

13. Kumbang Daun Tembukur

Hama jenis ini memiliki nama ilmiah Phaedonia inclusa, dan menyerang hampir bagian penting tanaman seperti bunga, pucuk, polong muda, bahkan tanaman utuh. Kumbang daun temukur mempunyai tubuh kecil, bergaris hitam kuning, dan mempunyai kebiasaan bertelur di permukaan daun kedelai.

Pengendalian hama kumbang jenis ini adalah dengan penyemprotan menggunakan insektisida Agrothion 50 EC dengan dosis 2-3 cc/liter.

14. Cantalan

Hama tanaman kedelai ini mempunyai nama ilmiah Epilachana soyae, dan hama ini menyerang dan merusak tanaman kedelai dengan memakan daun dan bunga tanaman kedelai. Ini akan menyebabkan pertumbuhan tanaman kedelai terganggu.

Pengendalian hama tanaman kedelai ini dapat di lakukan dengan melakukan penyemprotan menggunakan insektisida Diazinon 60 EC dengan dosis 1-5 cc/liter.

15. Tungau Merah

Hama tungau merah (Tetranychus cinnabarius Boisd, T. bimaculatus Harv, dan T. cucurbitacearum) mempunyai tubuh berwarna coklat kemerahan dengan beberapa bintik hitam di tubuhnya. Tungau merah ini banyak menyerang tanaman kedelai pada musim kemarau.

Pertama, serangan hama tungau merah menyebabkan munculnya bintik-bintik kuning pada daun tua. Kemudian bercak semakin meluas dan seluruh daun menjadi kering. Lama kelamaan warna daunnya berubah menjadi merah karat.

Pada bagian bawah daun terdapat benang-benang halus tempat hidup hama. Kemudian setelah terserang hama ini daun akan menjadi kering dan rontok.

Demikianlah penjelasan mengenai hama tanaman kedelai yang tentunya bisa membantu kamu dalam mengendalikan dan menjaga tanaman kedelai tumbuh dengan baik dan menghasilkan kedelai berkualitas. Semoga membantu!

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.