Rumput Jepang merupakan rumput berukuran kecil yang kerap menjadi penghias sebuah taman. Ada beberapa tips cara menanam rumput Jepang agar pertumbuhannya optimal. Meskipun kerap digunakan sebagai penutup lahan taman, penanaman rumput Jepang tetap harus diperhatikan.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh selama pertumbuhannya. Dengan begitu, rumput tidak mudah berubah menjadi kuning dan mati. Selain itu, rumput ini juga membutuhkan tanah dengan tekstur menyerap air agar bisa tumbuh dengan baik.

Meskipun sifatnya dapat membantu penyerapan air sehingga mengurangi genangan air di taman, tetapi rumput ini juga mudah mengalami kematian jika terlalu banyak tergenang air. Rumput Jepang juga tidak bisa terkena sengatan sinar matahari, karena bisa kering dan mati.

Karena sifatnya inilah, membuat penanaman rumput Jepang harus benar-benar diperhatikan. Ada waktu yang tepat untuk menanamnya, serta ada teknik penyiraman yang tepat untuk membantu pertumbuhannya. Nah, apa saja teknik-teknik tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga:

Karakteristik Rumput Jepang

Karakteristik Rumput Jepang

Sebelum mulai mengetahui cara menanam rumput Jepang agar cepat tumbuh, perlu juga untuk mengetahui karakteristik rumput Jepang. Dengan mengetahui karakteristiknya, rumput ini bisa dengan mudah dirawat di halaman rumah.

Rumput Jepang atau tanaman rumput yang memiliki nama ilmiah Zoysia japonica termasuk jenis tanaman rumput hias. Tanaman satu ini sering dimanfaatkan sebagai penghias taman di halaman rumah. Bentuk rumputnya kecil dan runcing layaknya sebuah jarum.

Makanya, banyak juga yang menyebut rumput ini dengan istilah rumput jarum. Layaknya rumput pada umumnya, warna rumput Jepang yang baik adalah hijau terang dengan bagian atas akarnya berwarna putih gading. Ukuran rumput ini seragam dan teksturnya sedikit kasar.

Halaman rumah yang dilengkapi dengan rumput Jepang juga lebih terlihat asri dan cantik. Tumbuh rumputnya yang memanjang dan seragam, membuat proses perawatan rumput ini terbilang cukup mudah. Jadi, pemangkasan bisa dilakukan serentak pada semua rumput.

Cara Menanam Rumput Jepang di Halaman Rumah

Selain mengetahui karakteristiknya, syarat lain untuk menanam rumput Jepang adalah mengetahui syarat-syaratnya untuk tumbuh. Tanaman yang satu ini cukup mudah tumbuh pada kondisi wilayah apapun. Meski begitu, ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan untuk pertumbuhannya.

Misalnya, jenis tanah yang dibutuhkan rumput Jepang untuk tumbuh. Tentu saja semua tanaman membutuhkan tanah subur, begitu pula rumput Jepang. Namun, tanaman satu ini cocok untuk tumbuh di tanah berpasir dan kaya akan humus yang subur.

Tekstur tanah pasir ini termasuk jenis tanah yang mudah menyerap air. Hal tersebut cocok dengan sifat rumput Jepang yang juga membutuhkan media tanam yang bisa menyerap air dengan baik. Selain itu, tanah juga harus memiliki pH 6,5 dengan kelembaban mencapai 60%-70%.

Tidak sampai disana saja, meskipun bisa tumbuh di berbagai wilayah, tempat yang optimal untuk pertumbuhan tanaman ini adalah wilayah dengan curah hujan setiap tahunnya kurang lebih 1000 mm. Jika sudah memenuhi syarat-syarat ini, barulah rumput Jepang bisa ditanam dengan baik.

1. Pemilihan Bibit

Pemilihan Bibit

Bibit rumput Jepang bisa didapatkan di beberapa toko yang memang menyediakan bibitnya. Biasanya, bibit rumput Jepang ini dijual dalam bentuk potongan-potongan kecil. Ukurannya pun bervariasi, rumput dijual dalam bentuk meter persegi.

Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Adapun beberapa kriteria tersebut diantaranya, sebagai berikut:

  • Bibit rumput Jepang harus berwarna hijau cerah, segar dan tidak berwarna kekuningan.
  • Tekstur rumputnya harus keras dan tidak layu.
  • Perhatikan kesehatan rumput, pastikan rumput tidak terserang penyakit ataupun jamur.
  • Pisahkan bibit rumput dalam bentuk ukuran-ukuran kecil. Pastikan ukuran rumput seragam, agar pertumbuhannya juga seragam. Pemecahan rumput menjadi kecil-kecil ini ditujukan untuk proses penanaman yang lebih mudah.
  • Rumput bisa langsung ditanam atau direndam dahulu dengan campuran 2 liter air dan 8 liter pupuk cair. Perendaman dilakukan selama 1 jam, sebelum bibit ditanam di lahan.
  • Namun, jika bibit belum ditanam, simpan bibit rumput Jepang di tempat yang teduh. Sebab, sinar matahari yang terik bisa menyebabkan bibit rumput lebih mudah berubah kuning dan mati.

2. Persiapan Lahan untuk Penanaman

Persiapan Lahan untuk Penanaman

Setelah bibit rumput Jepang disiapkan, saatnya menyiapkan lahan untuk penanaman. Persiapan lahan ini harus dilakukan 10 hari sebelum proses penanaman berlangsung. Adapun tips cara menanam rumput Jepang selanjutnya yang berhubungan dengan persiapan lahan diantaranya, sebagai berikut:

  • Ratakan tanah yang akan ditanami rumput Jepang. Jika sebelumnya digunakan untuk menanam tanaman lain, bersihkan sisa tanaman tersebut. Singkirkan juga batu-batuan yang ada pada lahan.
  • Kemudian, gemburkan tanah dengan cara mencangkulnya. Cangkul dengan kedalaman 15 cm hingga 20 cm.
  • Lakukan pemupukan awal dengan mencampurkan tanah dengan pupuk kandang. Penggunaan pupuk cair juga bisa dilakukan. Semprotkan pupuk cair sebanyak 5 kg pada setiap 1 hektar lahan.
  • Penggemburan tanah dan pemberian pupuk, bisa dilakukan 7 hari sebelum bibit ditanam.

3. Proses Penanaman

Proses Penanaman

Sebelum rumput ditanam, pastikan rumput Jepang sudah bersih dari kotoran yang menempel. Pastikan melakukan penanaman pada sore hari, sebab proses penanaman yang dilakukan pagi hari memungkinkan rumput terkena sengatan matahari. Efeknya bisa membuat rumput terbakar dan mati.

Adapun langkah penanaman rumput Jepang yakni sebagai berikut:

  • Buat lubang tanam dengan ukuran 15×15 cm.
  • Berikan jarak antar lubang tanam dengan ukuran 10x10cm.
  • Taman bibit rumput Jepang yang sudah disiapkan dalam lubang dengan rapi.
  • Siram bibit rumput tersebut menggunakan selang atau gembor. Jika menyiram melalui selang, buat air jatuh layaknya hujan. Caranya dengan menekan ujung selang perlahan dan arahkan ke udara.

4. Proses Pemupukan

Proses Pemupukan

Cara menanam rumput Jepang di halaman rumah selanjutnya yakni melakukan pemupukan. Setelah pemupukan awal dilakukan, rumput Jepang harus rutin dipupuk. Pilihlah pupuk organik yang mengandung unsur makro dan mikro yang lengkap, serta dilengkapi kandungan bakteri baik.

Pemupukan bisa dilakukan setiap satu minggu sekali, setelah bibit ditanam. Kemudian, lakukan pemupukan khusus untuk tanah setelah tanaman berusia 30 hari. Pupuk cair lebih direkomendasikan sebab tekstur cairnya lebih mudah terserap dan diaplikasikan pada rumput Jepang.

5. Proses Perawatan

Proses Perawatan

Selain pemupukan, rumput Jepang juga harus rutin dirawat agar tidak mudah mati. Perawatan dimulai dengan proses penyiraman yang rutin. Penyiraman efektifnya dilakukan secara 2 kali dalam sehari. Lakukan penyiraman di pagi dan sore hari.

Teknik penyiraman dilakukan sama seperti teknik penyiraman di awal penanaman. Kemudian, pastikan juga untuk rutin memangkas rumput yang sudah terlihat panjang. Pastikan akar rumput selalu terkena sinar matahari. Hal ini akan membantu rumput tumbuh dengan sehat dan segar.

Selama pemangkasan, pastikan juga untuk memeriksa kesehatan rumput. Pastikan tidak ada gulma dan penyakit yang menyerang rumput.

Kesimpulan

Tips cara menanam rumput Jepang sebenarnya tidak terlalu sulit. Pastikan karakteristik tanah sudah sesuai dengan syarat tumbuh rumput. Kemudian, pastikan juga waktu penanaman dan perawatannya agar rumput bisa tumbuh dengan baik. 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.