Apel merupakan salah satu buah segar yang kaya akan air, vitamin C, dan B. Selain rasanya yang segar apel memiliki ciri khas rasa yang renyah sehingga menarik perhatian banyak orang. Tidak heran jika banyak masyarakat yang mencari tahu mengenai cara menanam apel.

Permintaan akan buah apel terus mengalami peningkatan karena banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi. Semakin mahalnya harga buah apel membuat banyak masyarakat ingin mencoba menanam apel di pekarangan rumah.

Nah, bagaimana cara menanam apel dari biji agar cepat berbuah dan tumbuh dengan subur? Apa saja syarat tumbuh kembang dari tanaman apel?

Yuk simak pada artikel kali ini akan membahas mengenai cara menanam pohon apel secara tepat dan praktis. Tentunya, cara berikut dapat dicoba di pekarangan rumah.

Baca juga:

Syarat Tumbuh Kembang Apel

Untuk bisa menanam pohon apel yang subur dan berbuah lebat maka perlu memenuhi seluruh syarat tumbuh kembang apel. Pada dasarnya apel bukan merupakan buah yang berasal dari Indonesia. Oleh sebab itu, banyak yang bertanya apa yang menjadi syarat tumbuh kembang pohon apel.

Suhu menjadi salah satu syarat tumbuh kembang pohon apel, dimana penanaman apel akan berhasil dilakukan pada suhu dingin. Iklim yang cocok untuk tanaman apel ialah iklim kering atau iklim hujan tahunan.

Kelembaban udara yang dibutuhkan oleh pohon apel berkisar 75 hingga 85% serta penyinaran matahari sebesar 50 hingga 60% per hari. Apabila curah hujan tinggi maka akan menyebabkan pertumbuhan pohon apel gagal.

Karakter tanah yang ideal untuk pohon apel ialah bertekstur sedang, drainase baik, memiliki pH diantara 5,5 hingga 7, dan konsistensinya gembur. Kedalaman yang efektif untuk penanaman pohon apel yang efektif adalah lebih dari 50 cm.

Beberapa jenis tanah yang dapat ditumbuhi oleh pohon apel di antaranya ialah andosol, latosol, dan regosol. Salah satu daerah di Indonesia yang cocok untuk ditanami pohon apel yaitu Kota Malang.

Cara Menanam Apel

Cara untuk menanam pohon apel sebenarnya terdapat dua cara, yakni dengan teknik stek atau menanam langsung dari biji. Penanaman pohon apel dengan cara stek cenderung kurang praktis untuk dilakukan di pekarangan rumah.

Oleh karena itu, pada ulasan kali ini akan dibahas mengenai cara menanam apel langsung dari bijinya. Walaupun begitu, memang proses penanaman apel dari biji pastinya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Berikut cara-cara yang harus ditempuh:

1. Menanam Benih Biji Apel

Menanam Benih Biji Apel
  • Ambil benih dari buah apel yang mempunyai kualitas unggul agar dapat menghasilkan pohon apel yang subur.
  • Keringkan bagian luar biji hingga tidak lembab dengan cara meletakkannya pada kertas atau kain.
  • Bungkus biji yang telah dikeringkan dengan menggunakan tisu basah. Kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang dapat ditutup secara rapat. Wadah yang digunakan dapat berupa toples atau kantong plastic.
  • Masukkan benih yang telah dibungkus pada kulkas dengan suhu 4,4 hingga 10 derajat celcius. Biarkan selama 8 minggu hingga keluar tunasnya.

2. Pemindahan Benih Apel yang Telah Berkecambah

Pemindahan Benih Apel yang Telah Berkecambah
  • Setelah 8 minggu seharusnya benih apel akan mengeluarkan kecambah. Maka langkah selanjutnya adalah dengan memindahkan pada media tanam.
  • Siapkan media tanam terlebih dahulu menggunakan wadah atau pot. Isi pot yang akan digunakan dengan campuran tanah ber-pH netral dan pupuk.
  • Buat lubang pada media tanam atau tanah dengan ukuran 2 hingga 3 kali lebih besar dari ukuran biji.
  • Pindahkan benih biji apel yang telah berkecambah pada lubang tersebut dan tutup kembali dengan tanah.
  • Siram tanah untuk menjaga kelembaban media tanam.
  • Letakkan tanaman apel pada suhu kamar serta berikan paparan sinar matahari secukupnya secara langsung.

3. Pemindahan Pohon Apel ke Lahan Tanah

Pemindahan Pohon Apel ke Lahan Tanah

Apabila tanaman apel sudah tumbuh di dalam pot dengan ketinggian sekitar 25 cm, maka perlu dilakukan pemindahan ke lahan tanah. Berikut langkah dalam cara menanam apel yang harus diperhatikan untuk memindahkan ke lahan tanah:

  • Pilih lahan tanah yang mempunyai kelembaban cukup serta pH yang netral.
  • Akan lebih baik apabila pohon apel ditanam menghadap ke arah timur agar terkena paparan sinar matahari. Seperti yang dijelaskan sebelumnya pada syarat tumbuh kembang apel bahwa tanaman apel membutuhkan sinar matahari yang cukup.
  • Pastikan lahan tanah yang digunakan mempunyai ruang yang luas serta beri jarak antara satu pohon dengan pohon lainnya. Jarak yang ideal ialah sekitar 4,5 hingga 5 meter. 

Jarak yang terlalu sempit akan mengakibatkan pohon tidak dapat tumbuh dengan baik karena harus rebutan nutrisi dengan pohon lainnya.

  • Lakukan penyiraman pada pohon apel hingga berusia 10 atau 12 hari. Setelah itu, proses penyiraman dapat dikurangi. Pada intinya pohon apel tidak dapat tumbuh pada keadaan yang terlalu kering maupun terlalu basah.
  • Lakukan perawatan dengan memberikan nutrisi berupa pupuk yang mempunyai kandungan oksida dan nitrogen.
  • Pastikan selalu memantau pertumbuhan pohon apel hingga berbuah. Selalu lindungi pohon apel dari berbagai penyakit tumbuhan serta hewan-hewan yang gemar memakan dedaunan.

4. Pemupukan Pohon Apel

Pemupukan Pohon Apel

Pohon apel dalam proses pertumbuhannya membutuhkan unsur hara makro dan unsur hara mikro. Dimana sumber utama unsur hara makro berasal dari pupuk kimia sedangkan sumber unsur hara mikro dari pupuk organik.

Oleh sebab itu, selama perkembangannya pohon apel perlu diberi pupuk secara cukup dan rutin. Pupuk yang digunakan untuk memenuhi unsur hara ialah pupuk NPK. Dimana kandungan pupuk NPK tersebut berfungsi untuk membentuk organ pada tumbuhan, baik organ vegetatif maupun organ generatif.

5.  Waktu Panen Pohon Apel

Waktu Panen Pohon Apel

Pohon apel akan berbuah ketika sudah mencapai usia 4 hingga 5 bulan setelah bunga pohon mekar. Akan tetapi, hal ini tergantung pada bagaimana cara merawat selama pertumbuhan pohon. Semakin bagus perawatan yang diberikan, maka pohon apel akan semakin cepat berbuah.

Kadang ada beberapa pohon apel yang buahnya bisa dipetik ketika berusia 120 hingga 141 hari. Ada pula yang dapat dipanen dan buahnya sudah masak ketika memasuki usia 100 hari. Hal tersebut sangat bergantung pada bagaimana cara perawatannya.

Selain itu, keadaan lingkungan sekitar pohon apel tumbuh juga sangat mempengaruhi waktu panen. Keadaan lingkungan yang dimaksud di antaranya ialah kondisi tanah, iklim, serta suhu.

Kesimpulan

Pohon apel bukan merupakan tanaman asli dari Negara Indonesia. Oleh karena itu proses perawatan dan penanaman pohon apel tidak semudah tanaman lainnya. Terdapat beberapa syarat yang harus terpenuhi, mulai dari karakteristik tanah hingga suhu.

Tidak semua lingkungan dan iklim di Indonesia cocok untuk ditanami pohon apel. Penanaman pohon apel akan lebih mudah dilakukan dengan menggunakan bijinya secara langsung.

Cara menanam apel yang telah dijelaskan tersebut merupakan cara yang benar dan efisien. Cara tersebut bisa saja dicoba di pekarangan rumah. Walaupun begitu, perhatikan syarat tumbuh tanaman supaya usaha yang dilakukan bisa berhasil.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.