Bunga Matahari termasuk salah satu bunga yang tampilan serta warnanya sangat mencolok, sehingga mudah untuk dibedakan dengan bunga lainnya. Untuk membudidayakan bunga ini, Anda dapat mempelajari cara menanam biji bunga matahari dengan kapas.

Secara umum, bunga matahari dapat dimanfaatkan sebagai tanaman dekorasi karena tampilannya yang unik. Selain itu, bijinya memiliki rasa yang enak dan bagus untuk dikonsumsi manusia. Kandungan yang terdapat dalam biji bunga matahari membuatnya sering dimanfaatkan dalam pembuatan sabun.

Sesuai namanya, bunga matahari harus ditanam ditempat yang memiliki intensitas matahari yang cukup. Nah, terus bagaimana cara menanam bunga ini agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan biji yang banyak?

Yuk, baca uraian berikut untuk mendapatkan informasi lengkap tentang cara menanam biji bunga matahari.

Cara Menanam Biji Bunga Matahari Dengan Kapas

Untuk membudidayakan tanaman, Anda tentu berusaha mencari cara alternatif yang mudah dan murah. Salah satu cara efektif untuk menanam biji bunga matahari adalah dengan menggunakan media kapas. Hal ini disebabkan karena kapas dapat membuat proses pertumbuhan menjadi lebih cepat.

Alat dan Bahan

Alat dan Bahan

Sebelum masuk ke langkah atau cara pembuatan, terlebih dahulu Anda harus mengetahui alat dan bahan apa saja yang harus dipersiapkan. Semua komponen berikut harus ada jika ingin mendapatkan tanaman yang berkualitas bagus baik dari segi pohon hingga biji yang bisa dikonsumsi.

  • Biji bunga matahari
  • Kapas
  • Wadah, seperti gelas plastik, kaleng, atau botol
  • Kayu
  • Air
  • Tali
  • Spidol

Tata Cara Penanaman

1. Mempersiapkan Alat dan Bahan

Mempersiapkan Alat dan Bahan

Cara menanam biji bunga matahari dengan kapas yang pertama adalah mempersiapkan alat dan bahan yang telah disebutkan sebelumnya. Semua alat dan bahan tersebut umumnya ada di rumah. Jika tidak, Anda dapat membelinya di toko-toko terdekat dengan harga yang terjangkau.

Untuk biji bunga matahari, sebaiknya Anda membelinya secara khusus untuk mendapatkan biji yang berkualitas bagus. Hal ini akan mengurangi risiko tanaman akan terserang hama atau penyakit karena diperoleh dari biji bunga matahari unggul.

2. Ambil Kapas dan Basahi

Ambil Kapas dan Basahi

Jika sudah memiliki biji bunga matahari, Anda dapat mengambil kapas kemudian membasahinya dengan air. Usahakan pemberian air tersebut tidak berlebihan atau basah dan juga tidak terlalu kering. Dalam hal ini, Anda harus memperkirakan sendiri untuk membasahi kapas secukupnya.

3. Simpan Biji Bunga Matahari di Dalam Wadah

Simpan Biji Bunga Matahari di Dalam Wadah

Biji bunga matahari yang sudah dilapisi dengan kapas, selanjutnya disimpan ke dalam sebuah wadah. Seperti yang diketahui, Anda dapat menggunakan wadah apapun, baik botol, kaleng, maupun gelas plastik. Jika menggunakan wadah bekas, pastikan untuk mencuci hingga bersih terlebih dahulu.

Jangan lupa untuk memberi label pada wadah agar lebih mudah untuk memantau proses pertumbuhan biji bunga matahari. Dalam hal ini, label ditulis menggunakan spidol yang tidak mudah luntur atau permanen. Jika tidak, maka Anda akan kesulitan mengingat saat tulisan tersebut hilang pada wadah.

4. Berikan Nutrisi yang Cukup

Berikan Nutrisi yang Cukup

Pada proses pertumbuhannya, biji bunga matahari harus mendapatkan nutrisi yang cukup. Anda harus memastikan bahwa kondisi kapas sebagai media tanam tetap basah. Oleh karena itu, pemberian air saat kapas terlihat akan mengering harus dilakukan dengan rutin.

5. Menjaga Intensitas Cahaya

Menjaga Intensitas Cahaya

Bunga matahari sangat membutuhkan cahaya dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Pastikan intensitas cahaya yang mengenai bibit bunga matahari selalu cukup setiap harinya. Jadi, Anda harus selalu memperhatikan dan membuat bibit tanaman Anda terkena sinar matahari.

6. Mengganti Kapas Jika Terserang Jamur

Mengganti Kapas Jika Terserang Jamur

Meskipun menggunakan peralatan sederhana, cara menanam biji bunga matahari dengan kapas juga sedikit merepotkan. Hal ini dapat terlihat media tanam terkontaminasi dengan jamur sehingga Anda harus mengganti kapas tersebut sesegera mungkin.

Jika tidak, maka pertumbuhan dari biji bunga matahari akan terhambat atau bahkan terancam tidak berkembang. Oleh karena itu, Anda harus melakukan pengecekan secara rutin apakah terdapat tanda-tanda munculnya jamur atau tidak.

7. Memberi Papan Penyangga

Memberi Papan Penyangga

Saat benih bunga matahari sudah mulai tumbuh, sebaiknya berikan papan penyangga agar tumbuh tegak. Proses pertumbuhan tanaman ini diawali dengan munculnya akar. Semakin hari, akar biji bunga matahari akan tumbuh dan berkembang lebih dalam.

Oleh karena itu, wadah tempat tumbuh bunga ini harus mampu mendukung cekaman akan yang kuat. Jika bunga matahari sudah berukuran besar, Anda sebaiknya mengganti wadah atau memindahkan bunga ke tempat yang lebih besar agar pertumbuhannya tidak terhambat.

Setelah akar, akan muncul tangkai bunga matahari. Jika akar dan tangkai sudah tumbuh dengan baik, maka akan terjadi percabangan tangkai sehingga memungkinkan lebih banyak bunga yang tumbuh.

Saat berusia 2 bulan, bunga matahari akan memiliki kuncup yang disertai dengan pertumbuhan cabang atau tangkai yang merekah. Jika sudah merekah, akan terlihat biji yang berwarna segar. Seiring berjalannya waktu, biji tersebut akan berubah warna menjadi cokelat tua.

8. Masa Panen

Masa Panen

Untuk memanen bunga matahari, orang-orang biasanya bisa memanfaatkan tiga hal, yaitu bunga, biji, serta minyak. Panen bunga matahari umumnya digunakan untuk kebutuhan dekorasi. Bunga yang diambil harus dalam kondisi segar dimana bijinya berwarna kuning maupun cokelat muda.

Sementara itu, panen biji bunga matahari harus memperhatikan kondisi biji dan bunganya. Bijinya harus menjuntai ke arah kepala bunga dalam keadaan mongering atau berwarna kecokelatan. Adapun untuk panen minyak adalah mengambil biji bunga matahari yang kering.

Kesimpulan

Cara menanam biji bunga matahari dengan kapas tergolong cukup tricky, meskipun menggunakan peralatan yang sederhana. Caranya dengan melapisi biji bunga matahari dengan kapas yang sudah diberi air yang cukup. Setelah itu, letakkan pada wadah dan pastikan selalu terpapar sinar matahari.

Baca Juga: 7 Jenis-jenis Media Tanam Hidroponik yang Umum Dipakai

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.