Buah naga telah menjadi salah satu buah yang umum dikonsumsi. Ciri-ciri buah naga yang unik membuatnya dapat dengan mudah dibedakan dengan jenis buah-buahan lainnya. Buah naga sendiri dihasilkan dari tanaman semacam kaktus.

Saat ini, buah naga sudah menjadi tanaman budidaya di berbagai negara, termasuk Indonesia dan beberapa negara lainnya di Asia seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Taiwan. Buah naga juga dapat dijumpai di Tiongkok, Jepang, Israel, dan Australia.

Buah ini di Indonesia populer dikenal dengan nama buah naga. Nama tersebut digunakan karena merupakan terjemahan langsung dari dragon fruit dalam bahasa Inggris. Nama dragon fruit sudah melekat pada buah ini sejak tahun 1963. Dinamai demikian karena memiliki kulit seperti kulit naga.

Ciri-ciri Buah Naga Berdasarkan Jenisnya

Ditilik dari klasifikasi buah naga, tanaman ini termasuk famili Cactaceae dengan subfamili Hylocereanea. Subfamili ini memiliki beberapa genus. Buah naga termasuk genus Hylocereus. Genus tersebut terdiri dari 16 spesies.

Dua spesiesnya adalah buah naga putih (Hylocereus Undatus) dan buah naga merah (Hylocereus costaricensis). Sebenarnya ada 4 jenis spesies buah naga yang dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Setiap spesies juga memiliki ciri khas masing-masing.

1. Hylocereus Undatus (Buah Naga Daging Putih)

Hylocereus Undatus (Buah Naga Daging Putih)

Jenis buah naga ini biasanya juga dikenal sebagai white pitaya. Ciri-ciri buah naga putih adalah memiliki kulit berwarna merah, sedangkan daging buahnya berwarna putih. Kulitnya yang berwarna merah sangat kontras dengan daging buahnya yang berwarna putih.

Bagian kulit buahnya memiliki jumpai atau sisik berwarna hijau. Di dalam daging buahnya terdapat banyak biji kecil berwarna hitam. Setiap buah rata-rata memiliki bobot 400-650 gram. Buah tersebut memiliki rasa yang masam agak manis.

2. Hylocereus Polyrhizus (Buah Naga Daging Merah)

Hylocereus Polyrhizus (Buah Naga Daging Merah)

Jenis buah naga ini memiliki kulit yang berwarna merah. Daging buahnya juga berwarna merah keunguan. Bagian kulitnya juga memiliki jumbai atau sisik berwarna hijau. Buah naga merah termasuk jenis yang rajin berbunga. Tanaman ini bahkan berbunga sepanjang tahun.

Namun tingkat keberhasilan bunga untuk menjadi buah hanya 50%. Jadi produktivitasnya lebih rendah. Tanaman buah naga merah memiliki batang berlilin dengan warna hijau keputihan.

Bagian tepinya juga tajam dengan duri kecil. Panjang buahnya sekitar 30 cm dan memiliki daun pembalut besar.

3. Hylocereus Costaricensis (Buah Naga Daging Super Merah/Buah Naga Ungu)

Hylocereus Costaricensis (Buah Naga Daging Super Merah Buah Naga Ungu)

Sekilas buah naga yang satu ini mirip dengan hylocereus polyrhizus. Ciri-ciri buah naga costaricensis adalah daging buahnya memiliki warna yang lebih merah. Tanaman buah naga ini memiliki batang yang lebih besar dari jenis buah naga merah.

Batang dan cabang tanaman buah naga ini biasanya berwarna loreng ketika sudah tua. Daging buahnya memiliki rasa yang manis dengan tingkat kemanisan 13-15 brix. Buah naga super merah dapat tumbuh dengan baik di daerah yang panas.

4. Selenicereus Megalanthus (Buah Naga Kulit Kuning)

Selenicereus Megalanthus (Buah Naga Kulit Kuning)

Jika dibandingkan dengan ketiga jenis buah naga yang sudah disebutkan sebelumnya, buah naga ini memiliki karakteristik yang paling unik. Buah naga ini memiliki kulit berwarna kuning dan tidak memiliki sisik seperti jenis buah naga lainnya. Jadi kulitnya lebih halus.

Meskipun tidak bersisik, bagian kulitnya tetap memiliki tonjolan-tonjolan. Citarasa buahnya juga lebih manis dibandingkan buah naga daging putih dan daging merah dengan kadar manis 15-18 brix.

Buah yang dikenal dengan julukan yellow pitaya ini memang tidak terlalu populer seperti buah naga lainnya. Buahnya juga berukuran kecil yakni bobotnya hanya 80-100 gram. Jadi kurang sesuai untuk diperjualbelikan. Jenis buah naga kulit kuning cocok ditanam di daerah dengan ketinggian 800 mdpl.

Ciri Morfologi Tanaman Buah Naga

Ciri Morfologi Tanaman Buah Naga

Akar Buah Naga

Buah naga memiliki akar yang tidak hanya tumbuh di bagian pangkal batang di dalam tanah. Akar tersebut juga terdapat di celah-celah batang untuk membantu melekat atau memanjat pada tumbuhan lain atau penyangga. Bagian tumbuhan tersebut juga dikenal dengan sebutan akar gantung.

Akar udara atau akar gantung dapat menyerap udara dan mineral sehingga tanaman dapat bertahan hidup meskipun tanpa tanah atau epifit. Akar tersebut juga sangat tahan terhadap kekeringan. Sebaliknya akar tersebut tidak tahan jika terkena genangan air yang lama.

Batang Buah Naga

Tanaman buah naga memiliki batang yang halus dengan duri kecil di bagian ujung, bahkan hampir tidak terlihat. Karena itu, tanaman ini juga sering disebut kaktus yang tidak berduri. Batang tanaman tersebut biasanya tumbuh memanjang menjalar atau melengkung.

Bunga Buah Naga

Sebelum berbuah, tanaman buah naga akan berbunga terlebih dahulu. Bentuk bunga buah naga menyerupai terompet. Bagian mahkota luar berwarna krem, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih bersih. Jadi saat bunga mekar, akan terlihat mahkotanya berwarna krem dan putih.

Bunga tersebut memiliki sejumlah benang sari berwarna kuning yang termasu hermaprodit (dalam satu bunga memiliki benang sari dan putik). Nantinya, bunga akan muncul di sepanjang batang di punggung sirip berduri. Di satu ruas batang dapat muncul banyak bunga dengan tangkai yang pendek.

Buah Naga

Buah naga biasanya memiliki bentuk bulat lonjong menyerupai nanas tetapi bersirip. Kulitnya berwarna merah jambu dengan sulur atau sisik hijau layaknya sisik naga. Setiap buah dapat memiliki bobo tantara 400-650 gram. Buah tersebut memiliki daging buah seperti kiwi.

Buah naga termasuk buah batu berdaging dan berair yang juga memiliki kulit yang cukup tebal yakni sekitar 3-4 mm. Daging buah memiliki serat yang sangat halus. Sementara itu di bagian daging buahnya terdapat banyak biji berwarna hitam berukuran kecil. Dagingnya juga memiliki tekstur lunak.

Biji Buah Naga

Biji buah naga terdapat di hampir semua daging buah. Bijinya menyerupai biji selasih, sehingga dapat langsung dikonsumsi dan tidak mengganggu kesehatan. Biji tersebut dapat dikecambahkan untuk dijadikan sebagai bibit tanaman baru.

Bagaimana Mengetahui Buah Naga Siap Dipanen?

Bagaimana Mengetahui Buah Naga Siap Dipanen

Buah naga termasuk jenis tanaman yang berumur panjang. Bahkan siklus produktifnya mencapai 20 tahun. Tanaman ini biasanya akan mulai berbunga ketika berumur 10-12 bulan setelah ditanam.

Jika bibit yang ditanam masih kecil, panen pertama dapat dilakukan ketika tanaman berusia sekitar 2 tahun

Ciri-ciri buah naga siap panen dapat dilihat dari warna kulitnya. Buah yang sudah matang kulitnya akan berwarna merah mengkilap. Bagian mahkota bunga biasanya juga mulai mengecil dan bagian pangkalnya mulai keriput atau menguncup.

Kesimpulan

Buah naga sebenarnya terdiri dari beberapa jenis. Namun hampir semuanya memiliki karakteristik buah yang sama, kecuali buah naga kuning. Untuk mengetahui bagaimana buah naga bisa dipanen, telihat dari warna kulitnya yang berubah.

Baca Juga: 5 Cara Merawat Tanaman Melon di Polybag & Syaratnya

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.