Mudah layu dan rusak, terutama setelah sekali dipanen, orang jadi bertanya-tanya bagaimana cara merawat tanaman tomat yang baik supaya bisa tahan lama. Tanaman tomat yang bertahan hidup lebih lama tentunya akan menghasilkan buah lebih banyak.

Tomat adalah salah satu jenis komoditas buah yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Buah tomat bisa langsung dimakan begitu saja, atau diolah dulu menjadi jus, smoothies, saus dan sebagainya. Buah ini kaya vitamin C dan antioksidan lainnya yang membantu menjaga kesehatan.

Meskipun tomat berbuah sepanjang tahun, kadang ada saatnya harganya di pasaran menjadi mahal karena beberapa faktor. Tingkat konsumsi tomat yang tinggi juga bisa menyebabkan harganya mahal. Apalagi tomat juga termasuk bahan baku industri makanan, jadi wajar kalau kadang mahal.

Bagaimana supaya kebutuhan tomat tetap tercukupi, sekalipun harganya sedang mahal? Salah satu solusinya yaitu dengan menanam sendiri di pekarangan. Penanaman pohon tomat dapat dilakukan langsung di tanah ataupun memakai pot, polybag, kaleng bekas dan sebagainya.

Cara merawat pohon tomat pada prinsipnya tidak terlalu sulit sebenarnya, hanya perlu mengetahui apa yang menjadi kelemahannya saja. Bagaimana cara merawatnya yang benar? Supaya lebih jelas, simak penjelasan singkat tentang cara merawat tomat yang benar berikut ini.

baca juga:

Langkah/Cara Merawat Tanaman Tomat yang Baik

Bagus tidaknya pertumbuhan tanaman tomat dipengaruhi oleh cara tanam dan perawatan yang benar, yaitu sebagai berikut:

1. Atur Jarak Tanam dan Pencahayaan yang Ideal

Atur Jarak Tanam dan Pencahayaan yang Ideal

Saat menanam pohon tomat, pastikan jarak antar tanaman sudah benar supaya pertumbuhannya optimal. Atur supaya jaraknya tidak terlalu dekat supaya tanaman tomat memiliki cukup ruang untuk berkembang. Jarak pohon yang terlalu rapat juga bisa menyebabkan penyakit mudah menyebar.

Selain jarak tanam, perhatikan juga pencahayaannya, yaitu di tempat yang bisa mendapatkan sinar matahari. Jika terpaksa harus menanam di tempat yang kurang cahaya, akali dengan penggunaan cahaya buatan, seperti lampu misalnya. Lakukan pencahayaan selama 14-18 jam per hari.

2. Lakukan Penyiraman Rutin

Lakukan Penyiraman Rutin

Penyiraman menjadi bagian dari cara merawat tanaman tomat yang baik dan harus benar-benar diperhatikan. Idealnya, pohon tomat disiram 2x sehari, yaitu pagi dan sore hari. Meskipun begitu, perhatikan jangan sampai ada genangan air karena itu akan merusak tanaman.

Jadi, siram saja secukupnya, jangan terlalu basah kuyup karena hanya akan merusak pertumbuhan akarnya. Jumlah air untuk menyiram pada pagi hari sebaiknya lebih sedikit dibandingkan sore hari. Alasannya, siraman di sore hari bertujuan untuk menggantikan air yang menguap di siang hari.

3. Penyulaman Tanaman

Penyulaman Tanaman

Penyulaman tanaman adalah penggantian pada pohon yang sudah mati. Ketika menanam bibit tomat, biasanya ada beberapa yang tidak bisa tumbuh dan mati, inilah yang harus diganti. Lakukan penyulaman tanaman tomat saat baru berumur sekitar 1-2 minggu setelah ditanam.

4. Penyiangan Tanaman

Penyiangan Tanaman

Cara merawat tanaman tomat yang baik selanjutnya adalah melakukan penyiangan. Tindakan penyiangan ini berfungsi untuk menghindarkan pohon tomat dari gangguan gulma, hama dan parasit. Penyiangan tanaman tomat dengan cara mencabuti gulma ataupun tanaman pengganggu lainnya.

Penyiangan dapat juga dilakukan dengan menggunakan cangkul kalau memang sulit untuk dicabuti. Tindakan penyiangan tanaman ini idealnya dilakukan saat usianya 15-30 hari setelah tanam.

5. Pembumbunan Tanaman

Pembumbunan Tanaman

Disamping penyiangan, sahabat juga perlu melakukan pembumbunan tanaman, yaitu memperkuat akar pohon. Pembumbunan ini dilakukan dengan cara menancapkan batang bambu pada sisi pohon supaya bisa menyangga batangnya.

Dengan menyangga batangnya, maka secara tidak langsung akar juga lebih kuat dalam menopang pohon. Sama dengan penyiangan, pembumbunan sebaiknya dilakukan setelah 15-30 hari pohon ditanam.

6. Pupuk dengan Jenis yang Tepat

Pupuk dengan Jenis yang Tepat

Apapun tumbuhan yang kita tanam membutuhkan pupuk supaya subur, termasuk tomat. Jenis pupuk yang bagus untuk tanaman tomat yaitu NPK daun, kompos ataupun Pupuk Langsung Pakai (PLP). Masa pemupukan yang ideal bagi tanaman tomat yaitu 1 minggu setelah ditanam.

Selanjutnya, lakukan pemupukan rutin sebulan sekali untuk menjaga pertumbuhan tanaman dengan ukuran yang tepat. Kalau menggunakan pupuk kompos, ukurannya sekitar sekepalan tangan, sedangkan pupuk NPK sebanyak 2 gram setiap pohon.

7. Pemangkasan Tanaman

Pemangkasan Tanaman

Pemangkasan tanaman bertujuan untuk peremajaan dan menjaga pertumbuhannya agar tetap bagus. Pangkas pohon tomat yang sudah terlalu besar ukurannya, pada setiap ranting maupun cabang yang kurang baik pertumbuhannya atau yang kena penyakit.

Sebaiknya pada setiap pohon sisakan satu cabang saja, dimana setiap cabang cukup tiga tandan dengan buah maksimal 5. Cara ini bertujuan untuk menjaga pertumbuhan tanaman tomat bisa maksimal.

8. Pengendalian Hama

Pengendalian Hama

Cara merawat tomat selanjutnya yakni pengendalian hama, yang paling sering menyerang pada pohon muda. Pakai insektisida untuk mengendalikan hama tersebut. Waspadai juga cacing yang bisa berkembang biak di sekitar pohon tomat akibat tanah terlalu asam.

pH tanah yang bagus untuk tanaman tomat adalah 4-5, gunakan dolomit supaya bisa menjadi lebih basa. Cara ini ampuh untuk mencegah perkembangan cacing yang merusak tanaman tomat.

Kesimpulan

Menanam tomat sendiri di pekarangan bisa dilakukan oleh siapa saja. Tentunya semua orang ingin tanaman tomatnya tumbuh subur dan buahnya lebat. Agar keinginan tersebut bisa tercapai, ketahui dulu bagaimana cara merawat tanaman tomat yang baik sebelum mulai menanamnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.